28 June 2016

Ziarah ke Siti Fatimah Binti Maimun

      Adalah suatu anugerah dan kenikmatan bagi saya bisa berziarah ke Siti Fatimah binti Maimun bin Hibatullah. Seorang perempuan yang tercatat namanya dalam sejarah sebagai penyebar agama Islam pertama di Pulau Jawa.
    Makam Fatimah terletak 12 km di sebelah barat kota Gresik. Tepatnya di Dusun Leran, Desa Pesucian, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
      Dari penelusuran di website maupun buku cetak saya menjadi tahu  bahwa makam beliau merupakan bukti arkeologis tertua kehadiran Islam di Asia Tenggara. 
Berdasarkan buku Atlas Wali Songo karya Kyai Agus Sunyoto,  pembacaan inskripsi pada makam Fatimah binti Maimun menunjukkan tahun 475 H. Jika dikonversi dengan tahun masehi bertepatan dengan tahun 1082 M.

         Tentang siapa dan darimana asal Fatimah binti Maimun juga ada perbedaan. Hasil penelitian Kyai Agus Sunyoto menyatakan bahwa Fatimah bukanlah orang asing. Beliau asli perempuan kelahiran penduduk setempat. Tapi ada juga cerita yang saya dengar bahwa beliau bukan keturunan penduduk setempat. Akan tetapi datang dari negeri seberang untuk turut mendakwahkan agama Islam. Ada juga di satu akun facebook yang berinisial para pecinta habib menulis kalau Fatimah binti Maimun memiliki jalur silsilah sampai ke Rasulullah Muhammad saw. Sayang saya belum sempat mencatat tulisan tersebut. Akan tetapi saya sudah pernah menulis silsilah beliau di blog ini.

                                                              ( Pintu masuk Makam )


     Siapapun beliau dan darimanapun asalnya, yang jelas saya sempat menangis tersedu, sesaat akan dimulainya dzikir bersama rombongan ziarah. Saya yang sengaja mengambil posisi duduk waktu disamping nisan beliau merasa sangat terharu dan bahagia sekaligus Bahagia karena diberi kesempatan oleh Allah untuk berziarah ke beliau. Terharu karena saya membayangkan keadaan beliau dengan empat santri perempuannya (cerita versi lain yang saya dengar) yang terkena penyakit wabah dan akhirnya meninggal secara bersamaan.



         Selesai berdzikir,Saya yang suka memotret tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dengan hanya berbekal kamera Colpix Canon tidak kemudian menyurutkan hobi saya. Apa yang menurut saya menarik segera saya ambil gambarnya. Perhatian saya kemudian beralih ke bentuk atap cungkup makam mengerucut. Sekilas ada kemiripan dengan piramida Mesir. Saya menatap atap tersebut dengan takjub. Zaman dulu belum ada semen. Tapi batu-batu tersebut bisa menyatu dengan posisi yang miring. Ngomong-ngomong perekatnya berasal dari bahan apa ya kawan ? Apa dari getah karet ?

         Sebenarnya saya juga hendak membuka penutup nisan beliau akan tetapi saya batalkan karena tidak ada juru kunci di tempat. Saya penasaran ingin melihat secara langsung prasasti pada nisan beliau.


Tertulis di wikipedia bahwa di nisan beliau ada Inskripsi nisan yang terdiri dari tujuh baris, berikut ini adalah bacaan J.P. Moquette yang diterjemahkan oleh Muh. Yamin, sbb.:
 Atas nama Tuhan Allah Yang Maha Penyayang dan Maha Pemurah
1.Tiap-tiap makhluk yang hidup di atas bumi itu adalah bersifat fana
2.Tetapi wajah Tuhan-mu yang bersemarak dan gemilang itu tetap kekal adanya
3. Inilah kuburan wanita yang menjadi kurban syahid bernama Fatimah binti Maimun
4. Putera Hibatu'llah yang berpulang pada hari Jumiyad ketika tujuh
5. Sudah berlewat bulan Rajab dan pada tahun 495
6. Yang menjadi kemurahan Tuhan Allah Yang Maha Tinggi 
7. Bersama pula Rasulnya Mulia








        Setelah puas menikmati suasana di dalam cungkup makam Siti Fatimah Binti Maimun, kami pun mengelilingi area komplek makam. Suasana terasa syahdu. Mungkin karena faktor malam hari dan sedikit nya peziarah yang datang saat itu. Sampai rombongan kami beranjak dari komplek makam, belum ada rombongan lain yang datang.
 


                                                 ( Cungkup makam tampak dari depan )

      .    







Post a Comment