17 March 2016

Temukan Cinta Sejatimu !

 ( Tulisan ku di blog kenangan : himpun kata )


Ini goresan pertamaku di blog bersama kami.  Aku ingin mengawalinya dengan cinta. Tentang rasa cinta. Demi  memperoleh cinta. Untuk semua tujuan tersebut aku menulis . Sebisaku. Semampuku. Dengan penuh keyakinan bahwa sesuatu yang disertai aura cinta maka akan memendar. Membuat yang belum bercahaya menjadi ikut bercahaya. Seperti halnya orang yang bahagialah yang akan mampu membuat orang lain menjadi bahagia pula. Maka menulislah dengan cinta. Dan biarkan orang lain merasakannya !
Ini hanya sebuah tulisan sederhana. Aku berharap kalian tidak kecewa. Kalaupun kecewa minimal tulisan ini selesai terbaca. Setidaknya menjadi bukti bahwa sudah ada upaya. Upaya dilakukan untuk membuahkan hasil. Dan sebuah upaya merupakan keberhasilan tersendiri. Sayang , seringkali kita lupa untuk menghargai upaya. Menganggap hasil adalah segalanya. Tanpa peduli apakah upaya yang dilakukan sesuai dengan peri ketuhanan dan peri kemanusiaan.
Sesungguhnya di tangan para ahli apa yang biasa akan berubah menjadi luarbiasa. Apa yang diremehkan bisa menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Apa yang terlupakan akan terus dikenang. Dan saat ini diriku berupaya untuk itu. Aku tak segan mengakuinya. Buat apa malu jika seorang pembelajar akan memperoleh doa keberhasilan dan keselamatan dari semua ikan yang ada di lautan ? .
Enam hari dalam seminggu di Madrasah Ibtidaiyyah daerah pesisir kota Tuban aku berbagi ilmu. Lebih dari separuh siswa adalah putra nelayan. Putra pelaut. Karakter orangtua tentu saja diwarisi oleh anak-anak. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang pemberani dan teguh dalam pendirian. Sebagian indikator dari generasi penerus bangsa yang tangguh telah mereka miliki. Hanya perlu polesan di sana-sini. Aku bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dalam hidup mereka.
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan dibekali sifat atau karakter yang baik. Dermawan, sopan-santun, gemar membaca, lemah lembut, berani adalah sebagian dari karakter baik yang diharapkan akan melekat dalam pribadi anak sampai ia dewasa.
Karakter seseorang bukan harga mati. Karakter bisa dibentuk. Sejak kapan ? Sejak si anak masih dalam kandungan ibunya karakter sudah bisa dibentuk. Bahkan karakter anak sudah bisa dibentuk sejak seseorang memilih pasangan hidupnya. Saat ada empat pilihan antara kekayaaan, keturunan, ketampanan/kecantikan dan agamanya maka dianjurkan untuk memilih pasangan hidup yang paling baik agamanya. Dan karakter baik merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap agama.  
Dari semua karakter baik yang kita ketahui,  sumber sesungguhnya hanya satu yaitu cinta. Ya, rasa cinta yang ada dalam diri seseorang akan menjadikannya sebagai pribadi yang berkarakter mulia. Jika seseorang cinta kepada buku maka ia akan gemar membaca. Apabila dia cinta dengan anak-anak kecil, orang-orang yang lemah, orang-orang yang kesusahan maka akan tumbuh sifat kasih sayang, suka menolong, dermawan. Bila dia cinta akan tanah airnya maka akan ada nasionalisme dan patriotisme di hatinya. Jika seseorang cinta kepada sang Pencipta maka tidak akan ada alasan untuk berlari dari-NYA.
Di zaman yang super canggih dan serta instant ini seseorang akan sangat mudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dunia seperti dalam genggaman. Tapi semakin seseorang menjadi hedonis maka semakin kering jiwanya. Jiwa yang kering adalah jiwa yang hampa. Dia hidup tapi mati. Dia telah mati sebelum mati. Dia butuh cinta agar jiwanya kembali segar !
Setiap hari, di sela-sela menyertai belajar siswa didik,  aku senantiasa berupaya mengajak mereka membaca shalawat untuk Rasulullah Muhammad saw. Sepertinya hal yang sepele. Tapi ketahuilah, mengajarkan shalawat itu mengajarkan mereka akan cinta. Menanamkan rasa cinta. Mengantarkan mereka untuk memperoleh cinta. Kekuatan cinta adalah kekuatan jiwa yang dasyat. Karena cinta merupakan sumber kebajikan. Dan bukankah  semua agama adalah agama cinta ?
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu sekalian kepadanya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. QS.33:56
Telah datang kepadaku (nabi Muhammad saw) seorang malaikat dari Tuhanku azza wajalla seraya berkata : Barangsiapa mengucapkan shalawat atasmu di antara umatmu satu shalawat, Allah menetapkan baginya sepuluh kebaikan dan mengapuskan sepuluh keburukan dan mengangkatnya sepuluh derajat.
Membaca shalawat adalah sebentuk bukti cinta kepada Allah dan Rasulullah Muhammad saw . Shalawat merupakan satu-satunya bentuk cinta yang memberi yang pasti akan diberi. Dan itulah cinta sejati.
Maka, jika kita ingin memperoleh cinta sejati, bacalah shalawat sebanyak-banyaknya. Meminjam kalimat dari Gus Mus : Shalawata sak nganggure lambemu!
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.




Tuban, November 2015
Oleh : Nafakhatin Nur

Post a Comment