24 March 2016

Ini Foto Kecilku, Mana Fotomu?

Masa kecilku dipenuhi dengan selfi dan selwe. Hampir setiap ada kesempatan kami selalu berfoto ria. Dari hanya sekedar iseng, saat santai, waktu karnaval, apalagi jika ada acara keluarga, pasti terdokumentasi.

Foto kecilku baik sendiri atau bersama keluarga sebenarnya banyak sekali. Sayang, hanya sedikit yang masih ku simpan. Atau lebih tepatnya aku selamatkan. 

Dulu foto-foto itu tersimpan dalam album. Tapi karena tidak dirawat karena memang tidak tahu cara merawat foto, maka foto-foto itu banyak yang berjamur. Akibatnya foto menjadi buram dan lama-lama rusak.

Waktu itu aku pernah dengar ada cara untuk membuat kertas foto bisa lebih awet, yaitu  menaburi permukaan foto dengan bedak tabur. Aku pun mengambil semua foto yang ada di album. Setelah semua sudah bertabur bedak, foto-foto tersebut aku kembalikan lagi di album foto. 

Berhasilkah? Entahlah. Nyatanya ada foto yang masih awet tapi banyak pula yang kemudian tetap berjamur dan rusak.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, zaman segitu kok sudah suka berfoto ria, emang bapaknya tukang foto? Hehehe. Bukan. Bukan bapakku yang tukang foto. Tapi ada satu ruangan di rumah kami dulu yang dipakai oleh tukang foto. Rumah yang dihuni oleh keluarga kami dulu berada di jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro. Tepatnya sekarang yang menjadi kantor Jiwasraya Kab. Bojonegoro. 

Mas Jalil, itu nama orang yang memiliki studio foto di rumah kami. Ya, namanya fotografer pasti suka memotret. Sehingga tidak kaget kalau koleksi foto keluarga kami sangat banyak. 

Karena sejak  lahir sudah sering selfi maka wajar dong kalau sampai sekarang aku suka dipotret. Dan memotret pun sekarang menjadi bagian dari hobiku selain membaca dan menulis.

Bagiku foto adalah karya seni yang mempesona. Terkadang banyak hal yang tidak bisa diungkap hanya lewat kata, tapi terungkap melalui foto. Itu karena sebuah foto bisa berbicara, bercerita tentang subyek/obyek yang ada di selembar foto. 

Bagaimana dengan kalian wahai sahabat blogger ? 





Post a Comment